• 08 May 2011 /  Uncategorized

    Beberapa tempat atau ruangan kadang ditempelkan tanda larangan merokok berupa gambar rokok dicoret. Tapi studi menunjukkan bahwa tanda larangan tersebut justru memicu orang untuk ingin merokok.

    Studi psikologis menemukan bahwa tanda larangan merokok akan membuat seseorang lebih sulit untuk melawan rasa ingin merokok. Tanda ini memiliki efek yang ironis pada perokok karena bisa meningkatkan keinginanannya atau membuatnya berpikir untuk merokok.

    “Anda akan mendapatkan efek yang ironis. Sama seperti halnya ketika saya katakan ‘Tidak memikirkan gajah merah muda’ maka seseorang akan memikirkan gajah berwarna merah muda,” ujar peneliti Brian Earp dari Oxford University, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (7/5/2011).

    Kondisi ini tentu saja membuat seseorang lebih sulit untuk menahan dirinya agar tidak merokok, sehingga tanda seperti ini justru memicu orang untuk merokok dan bukan menghindarinya.

    Earp menuturkan banyak pesan-pesan kesehatan untuk masyarakat dibingkai dalam cara yang negatif, seperti dilarang mengonsumsi obat tertentu, jangan minum sambil mengemudi atau larangan merokok dengan menunjukkan gambar dari barang tersebut.

    Dalam studi psikologi ini digunakan teknik yang menilai kecenderungan naluriah untuk menginginkan atau menghindari rangsangan tertentu dengan menunjukkan sejumlah gambar. Dari studi ini diketahui bahwa keinginan merokok akan lebih tinggi terjadi jika gambar larangan yang ada berhubungan dengan merokok seperti asbak dan rokok.

    “Kami berpikir larangan ini memiliki dampak yang signifikan dalam implikasinya di kehidupan nyata,” ungkap Earp yang mempresentasikan hasil studi ini pada pertemuan tahunan British Psychological Society di Glasgow.

    Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pesan seperti apa yang sebaiknya diberikan pada larangan merokok atau pesan kesehatan lainnya, sehingga pesan kesehatan yang dimaksud bisa tercapai dan bukan memberikan dampak negatif.

  • 08 May 2011 /  Tips

    Beberapa orang kadang memiliki sifat lebih terbuka pada orang lain (ekstrovert), meskipun ada juga yang tertutup (introvert). Ternyata sifat terbuka ini bisa memberikan keuntungan. Studi menunjukkan orang ekstrovert lebih bahagia dibanding introvert.

    Para peneliti melaporkan orang yang ekstrovert adalah tipe kepribadian yang ceria, hal ini karena ia mengingat masa lalu dalam cahaya atau ruang lingkup yang lebih positif daripada jenis kepribadian lainnya.

    Hal tersebut juga menjelaskan adanya kesenjangan kebahagiaan antara orang ekstrovert dengan orang-orang yang neurotic yang memiliki ciri kepribadian kecemasan dan mudah tersinggung. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Personality and Individual Differences.

    “Kami menemukan bahwa orang yang sangat ekstrovert akan lebih bahagia dengan kehidupannya karena mereka cenderung memiliki pandangan positif dan cenderung kurang memiliki pikiran negatif dan penyesalan,” ujar peneliti Ryan Howell, psikolog dari San Francisco State University, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (6/5/2011).

    Howell menuturkan orang dengan skala neurotic tinggi pada dasarnya memiliki pandangan kebalikan dari masa lalu sehingga hasilnya ia menjadi kurang bahagia. Sedangkan orang yang ekstrovert memiliki tingkat energi yang tinggi dan cenderung mudah bersosialisasi dengan orang lain.

    Fakta yang ada menunjukkan memiliki pandangan hidup yang lebih positif dan kurangnya pandangan negatif dari masa lalu membuat orang ekstrovert 45 persen lebih bahagia dan memiliki kepuasan hidup yang lebih besar.

    Orang yang ekstrovert cenderung lebih optimis memandang hidup, dan tidak mau menyimpan kekesalan atau perasaan tidak nyamannya sehingga mengurangi tingkat stres di dalam tubuh orang tersebut.

    “Mengubah kepribadian seseorang memang sulit, tapi seseorang mungkin bisa mengubah pandangannya sehingga dapat meningkatkan rasa bahagia tentang hidup dan membantu optimis,” ujar Howell.

    Dalam studi sebelumnya diketahui bahwa kepribadian seseorang sebenarnya bisa diubah secara halus tapi kritis. Hal ini karena kepribadian seseorang dipengaruhi oleh banyak hal seperti agama, lingkungan dan uang.

  • 08 May 2011 /  Tugas

    Buku ini membicarakan beberapa sifat khas yang ditemui pada semua gerakan masa, apakah gerakan agama, revolusi social atau pergerakan perjuangan nasional. Buku ini tidak mengatakan bahwa semua gerakan massa itu sama, tetapi ada cirri cirri khusus yang dimiliki bersama semua gerakan massa dan member semua gerakan massa suatu kesamaan keluarga.
    Semua gerakan massa melahirkan dalam dada anggotanya kesediaan mempertaruhkan nyawa dan kegairahan untuk menjalankan aksi bersama. Semuanya tanpa kecuali, apapun doktrin yang dikumandangkan dan kegiatan yang dijalankan, membiakkan fanatisme, semangat, harapan benyala,rasa benci dan keengganan menghormati paham berbeda. Semuanya tanpa kecualli mampu memancarkan arus kegiatan yang teramat kuat dalam bidang bidang kehidupan tertentu. Semuanya tanpa kecuali menuntut kepatuhan mutlak dan kesetiaan tidak terbagi.
    Semua gerakan massa betapapun berlainan doktrin dan cita cita masing masing, menghimpun pengikutnya yang pertama dari jenis orang tertentu. Semuanya memikat jenis mentalitas tertentu pula.
    Meski diantara orang Kristen fanatic, oaring islam fanatic, dan pengikut gerakan nazi fanatic ada perbedaan yang luas, namun fanatisme yang menggerakan mereka ini dapat dianggap dan diperlakukan sebagai fanatisme yang sama. Hal yang sama dijumpai pada unsure kekuatan yang mendorong semua orang ini dengan gigih berusaha melebarkan sayap dan menguasai dunia. Ada sesuatu keseragaman tertentu pada semua jenis pengabdian, keyakinan, nafsu mengejar kekuasaan, persatuan dan kerelaan berkorban. Ada perbedaan maha luas antara isi segala perjuangan suci dan segala doktrin, tetapi ada pula keseragaman tertentu pada beragai factor yang menjadikan semua perjuanagn suci dan doktrin ini dapat berhasil. Orang yang melihat, seperti pascal, sebab sebab yang jelas mengapa doktrin agama Kristen berhasil secara aktif memahami pula sebab sebab keberhasilan doktrin paham komunis, doktrin gerakan nazi, dan doktrin perjuangan nasional. Betapapun perbedaan perjuangan suci demi perjuangan suci yang dijalankan pengikutnya yag tidak gentar menyambung nyawa, semua pengikut ini barang kali pada dasarnya mati untuk sesuatu yang sama.

    Buku ini terutama membicarakan gerakan massa pada tahap ketika ia aktif dan giat menaik massa. Tahap ini dikuasai oleh sang pemeluk teguh pengikut fanatic, orang yang rela mengorbankan jiwanya demi suatu perjuangan suci. Akan dicoba menelusuri asal usul pemeluk teguh ini dan melukiskan cirri cirinya. Untuk mempermudah upaya ini, digunakan sebuah hipotesis kerja. Bertolak dari kenyataan bahwa pengikut pertama semua gerakan massa terutama terdiri atas orang yang kecewa dan tidak puas dan bahwa mereka masuk menjadi anggota atas dasr kemauan sendiri, maka disini di andaikan: 1. Bahwa rasa kecewa dan tidak puas itu sendiri dapat , tanpa dorongan dari luar, melahirkan sifat sifat khas seorang pemeluk teguh; 2. Bahwa tehnik paling ampuh untuk mempengaruhi orang pada dasarnya adalah menanamkan sampai kuat berakar semua bibit tingkah laku dan berbagai reaksi yang sudah ada dalam jiwa yang kecewa dan tidak puas itu.
    Untuk menguji kebenaran kedua anggapan ini, perlu diselidiki apa keluh kesah orang yang kecewa dan tidak puas, apa reaksi mereka terhadap keluh kesah ini, sejauh mana reaksi ini sama dengan reaksi seseorang pemeluk teguh dan akhirnya bagaimana reaksi ini dapat mempercepat bangkit dan berkembangnya suatu gerakan massa. Juga harus diselidikikegiatan gerakan gerakan massa zaman sekarang yag telah menyempurnakan dan mempergunakan berbagai tehnik memikat pengikut, untuk mengetahui apakah gerakan ini mendukung pandangan yang mengatakan bahwa suatu gerakan massa yang sedang melebarkan sayapnya mengajak menanamkan rasa kecewa dan tidak puas dalam dada pengikutnya, dan bahwa kepentingan gerakan massa tersebut dengan sendirinya akan mencapai kemajuan jika gerakan itu menumpuk kecenderungan perilaku yang sudah ada dalam diri orang yang mengidap rasa kecewa dan tidak puas itu.
    Dewasa ini kita perlu memahami isi hati dan reaksi seseorang pemegang teguh. Karena , meski zaman kita ini zaman tiada bertuhan namun bukan zaman yang tidak beragama. Sang pemeluk teguh ada dimana mana, di barisan depan, sibuk, melalui kegiatannya menarik pengikut dan membuat musuh, mengukir wajah dunia menurut acuan roman mukanya sendiri. Dan kita, apakan kita akan bergabung dengannya atau menentangnya, ada baiknya mengetahui lebih dahulu segala sesuatu mengenai sifatnya dan kemampuannya yang terpendam.

    Ada baiknya ditambahkan di sini sepatah dua kata peringatan. Jika dikatakan di sini bahwa semua gerakan massa serupa karena dari satu keluarga, istilah”keluarga “ di sini digunakan dari sudut pengelompokan. Tomat dan terung liar sama-sama dari satu keluarga, yakni solanaceae. Meski tomat dapat dimakan sedangkan terung liar tidak dapat dimakan karena beracun, kedua-duanya banyak memiliki ciri-ciri yang sama – dari sudut bentuk, anatomi,dan faal – sehingga seorang yang buta ilmu tumbuh-tumbuhan sekalipun tahu bahhwa keduanya serumpun.Titik tolak buku ini adalah bahwa semua gerakan nassa memiliki banyak cirri yang sama. Ini sama sekali tidak berarti bahwa semuanya sama-sama bermanfaat atau sama-sama beracun. Buku ini tidak menilai, dan tidak pla memilih. Upayanya terbatas pada mencoba menjelaskan; dan penjelasan-penjelasan ini – yang semuanya adalah teori – hanya lah kesan saja dan merupakan bahan untuk bertukar pikiran meski dikemukakan dengan nada yang terdengar agak keras.